
Ketujuh pelukis itu adalah Budi Siagian (Giantama), Achy Akswana, Yosrizal (Yos Bin. J), Henry Dijkstra, Jimmy Siahaan dan Rasinta Tarigan. Masing-masing lukisan memamerkan karya lukis yang berbeda aliran; mulai dari abstrak, abstrak ekpresionis, realis, realisme dekoratif, maupun kubis.
Pameran dibuka dengan pembacaan puisi oleh Thomson Hutasoit dan Chairil. Dan dihadiri beberapa pelaku seni Medan, seperti Mangatas Pasaribu, rapper Ucok Munthe, wartawan dan beberapa kalangan penikmat seni lainnya serta beberapa mahasiswa dan pelajar.
Yosrizal, salah satu peserta pameran menjelaskan, tema "Eksposisi 7" yang diangkat pada pameran ini berarti gabungan tujuh pelukis Medan yang bersatu menjadi sebuah menampilkan karya (mengekpos) seni lukis masing-masing dari berbeda aliran.
"Lukisan yang dipamerkan kali ini merupakan gabungan dari tujuh perupa yang menampilkan karyanya masing-masing dalam berbagai aliran. Dan Masing-masing pelukis mengusung kekuatannya sendiri," ujar Yosrizal kepada 9pm, setelah pameran resmi dibuka.
Ada pun tujuan pameran kali ini, kataYosrizal, tak lain ingin lebih membangkitkna kratifitas para seniman, khususnya seni rupa, Medan untuk lebih aktif berkreatifitas.
"Kami ingin dengan adanya pameran-pameran seperti ini, masyarakat Medan semakin mampu mencintai apa itu kesenian," jelas Yosrizal.
Rasinta Tarigan menambahkan, lewat pameran ini, masyarakat Medan lebih luas pemahamannya terhadap seni rupa. Selama ini orang mungkin menganggap bahwa seni lukis itu hanya pemandangan alam yang indah saja.
"Padahal, tidak. Seni itu luas pengertiannya. Seperti yang kami lukisan yang dipamerkan di sini. Nah, ini adalah kesempatan bagi masyrakat untuk bisa memandang lebih luas makna seni. Ke depan, galeri diharapakan mampu menjadi ruang appresiasi," jelasnya lagi.
Sekedar informasi, Galeri Tondi sendiri selalu rutin setiap bulannya menggelar pameran seni rupa dengan menampilkan seniman-seniman dari berbagi bidang seni, baik itu seni lukis, patung maupun fotografi. Para seniman bukan hanya dari Medan saja, tapi juga dari berbagai daerah di Tanah Air.
Seperti kata Grace, ke depan ia mengharapkan agar Kota Medan, mampu menjadi barometer kesenian, paling tidak untuk Sumatra. Selain itu potensi kesenian Sumatra sebenarnya sangat strategis karena letak georgafisnya yang sangat dekat dengan Malaysia maupun Singapura. "Sangat potensial. Makanya, seniman Medan, mari dukung kesenian kita," ajaknya.
No comments:
Post a Comment